
|
 |
Tips Properti |
09/01/2009 13:54
MEMPERCANTIK ATAP RUMAH DENGAN WUWUNGAN
Atap adalah salah satu bagian penting dari bangunan rumah. Dia pun sanggup berhias sehingga mampu memperindah bentuk masif rumah. Wuwungan, istilah untuk hiasan atap yang dipasang pada bubungan atap rumah (kerpus). Bentuknya pun tak hanya monoton, beragam rupa dari bahan tanah liat, logam atau seng. Wuwungan ini bisa dipasang di bagian paling atas rumah dan di pinggir atap. Dan bagi masyarakat Jawa, wuwungan begitu identik sebagai ciri khas rumah Jawa dan memiliki fungsi estetika.
Wuwungan dari tanah liat biasa disebut dengan wuwungan tradisional karena proses pengerjaan masih dengan cara tradisional dan bisa memakan waktu yang lama. Proses pembentukan model wuwungan dibuat dengan cetakan yang sudah ada, kemudian dihaluskan dan dibentuk dengan tangan sesuai dengan model yang diinginkan. Proses pengeringan memakan waktu sampai 5 hari, itupun kalau cuaca panas karena dilakukan dengan menjemur pada terik matahari. Setelah kering proses selanjutnya adalah pembakaran kurang lebih 8 jam lamanya dengan menggunakan kayu. Setelah tahap-tahap ini selesai, barulah wuwungan siap dipakai.
Beberapa model wuwungan yang bisa dibentuk adalah burung, gunungan, mahkota atau biasa disebut kresno dan juga badongan atau cupingan. Bahkan ada juga yang berbentuk ular naga. Wuwungan burung, gunungan dan kresno biasanya dipasang pada tengah-tengah atap rumah. Sedangkan untuk badongan atau cupingan biasanya dipasang pada bagian pinggir atap rumah.
Karakteristik wuwungan dari tanah liat ini bisa bertahan kurang lebih 25 tahun. Pemasangannya pun cukup mudah, seperti pemasangan kerpus biasa. Agar terlihat rapi dalam pemasangannya sebaiknya menggunakan jasa tukang batu. Disadari atau tidak, wuwungan dapat memberi citra tampilan rumah secara anggun dan eksotik bagi pemiliknya.
Kamus : kerpus= bubungan pada atap rumah (jawa).
Agus Budiyono
|
|
|
|
 |
|

|